rudy habibie

“Jadilah mata air,” itu pesan almarhum ayahnya yang selalu diingat Rudy Habibie. Pesan itu yang membawanya terbang kuliah di teknik penerbangan universitas RWTH di kota Aachen demi mewujudkan keinginannya membangun Industri Dirgantara di Indonesia.

Di Aachen, Rudy tak hanya harus belajar membuat pesawat tapi juga belajar arti persahabatan. Rudy menjadi dekat dengan LIM KENG KIE, seorang keturunan Tionghoa, AYU, seorang adik putri keraton Solo, POLTAK, pemuda Batak yang jujur dan jenaka, dan PETER, seorang mahasiswa senior. Namun demikian, ILONA, mahasiswi keturunan Polandia, justru yang paling percaya pada cita-cita Rudy. Tapi tak mudah mencari seorang yang sepaham dan mau mendukung.

Rudy juga harus berhadapan dengan PANCA dan teman-temannya: para mantan Tentara Pelajar yang percaya kalau Indonesia butuh solusi yang berbeda dengan visi Rudy. Perlawanan dua kubu ini akhirnya membuat kata berubah menjadi airmata; airmata berubah menjadi darah; dan darah berubah menjadi pertaruhan nyawa.

MD PICTURES membuat film ini berdasarkan dari buku biografi resmi BJ Habibie berjudul: RUDY: KISAH MUDA SANG VISIONER yang ditulis oleh Gina S. Noer. Film ini akan disutradarai oleh Hanung Bramantyo, Manoj Punjabi sebagai produser. Mereka berdua akan membawahi tim yang telah membawa film Habibie & Ainun menjadi box office terbesar Indonesia pada tahun 2012 hingga kini.

rudy habibie